Proker MEMBULI?!

                         image

Kalo kita lihat linimasa @UliforHMIK, pasti sudah tahu kan pernah dikupas tuntas tentang Proker-proker Membumi yang diusung Uli?

Nah, buat temen-temen Komunikasi yang masih belum menyimak apa aja Proker Membumi yang akan dilakukan Uli untuk HMIK 2012, ini nih Proker-prokernya:

1. PEKOM (Pekan Komunikasi)

Yep. Acara ini memang sudah jadi branding anak Komunikasi UI. Kompetisi keprofesian Komunikasi berdasarkan lima program studi yang ada di Komunikasi UI: Humas, Iklan, Komunikasi Media, Jurnalistik, dan Industri Kreatif Penyiaran. Skalanya yang sudah sampai tingkat nasional membuat Proker ini sebagai Proker Tahunan terbesar yang jadi kebanggaan anak Kom UI.

2. Bioskop Komunikasi (Bioskom)

Kalo kita lihat di Hall Gedung Kom, sering sekali kan banyak anak Kom yang nonton film di laptop sendiri? Obrolan tentang film pun udah jadi makanan sehari-hari kita. Banyak jagoan di Kom UI yang jago bikin film, anak-anak IKP misalnya. Dan hampir semuanya penikmat film. That’s why Uli melihat bahwa film itu bisa jadi sesuatu yang ‘Kom banget’ dan muncullah niat buat ngajak Anak Kom nonton fim bareng-bareng secara rutin dengan tema yang berbeda. Selain bertujuan untuk bonding internal Komunikasi dan memperlihatkan ciri khas Komunikasi di FISIP, Bioskom juga bisa jadi sarana apresiasi karya anak-anak IKP karena kita juga akan nonton bareng-bareng karya anak IKP yang ciamik!

3. Comm Career Exploration (CCE)

Proker ini merupakan proker besar yang baru dan dilaksanakan oleh Departemen yang baru, yaitu Departemen Keprofesian. Konsepnya mirip seperti job expo, di mana kita mengundang berbagai media, agency, consultant, dan berbagai company untuk membuka kesempatan  seluas-luasnya bagi lulusan Komunikasi untuk mencari pekerjaan di bidang Komunikasi. Dengan proker ini, karir di bidang Komunikasi yang biasanya terbatas di job expo umumnya, bisa tereksloprasi mendalam dan memberi manfaat bagi para lulusan Komunikasi :)

4. A-Comm-Pany

Ngerasa nggak kalo Kom UI itu keliatan banget solidnya ketika kita punya musuh bersama dan tujuan bersama? Keliatan banget kita sangat bersemangat mendukung Komunikasi ketika ada kompetisi-kompetisi yang membawa nama Kom. Nggak usah jauh-jauh, di FISIP banyak kompetisi yang membawa nama HMIK: RFC, Olimfis, Gelas Maba, LIMAS, dan Mapres. Tapi kenapa ya kita gak bisa merajai semuanya? Nah, oleh karena itu hadir proker A-Comm-Pany yang jadi sarana pendampingan mahasiswa Kom untuk terjun jadi kontingen di berbagai kompetisi tersebut. Solidaritas Komunikasi terbentuk, prestasi Komunikasi juga didapat!

5. Commposite

Kepanjangannya Communication Post and Website atau media komunikasi HMIK untuk Komunikasi dan lingkungan eksternal. Proker ini hadir sebagai jawaban atas kurangnya sosialisasi kinerja dan kepengurusan HMIK ke khalayak Komunikasi juga pihak eksternal. Dengan adanya media komunikasi yang terintegrasi mulai dari Twitter, Website, sampai Buletin Tematik, semua massa HMIK bisa lebih mengenal kinerja pengurusnya, dan bagi pengurusnya media ini bisa jadi ajang praktik jurnalistik dan kehumasan tentang manajemen komunikasi dan informasi. 

6. Gradual Team Bonding (GTB)

Sesuai namanya, proker ini dilakukan secara rutin baik di tingkat internal pengurus HMIK, maupun di tiap struktur departemen untuk menguatkan bonding internal antar pengurus HMIK. Nah, yang menggawangi proker ini dan bonding-nya agar tercipta ialah Bidang PSDM/Kekerabatan. Bentuk kegiatannya, mulai dari Raker, Pleno Bulanan, Piknik, Games, dan Apresiasi Bulanan. Satu hal yang pasti, dalam semua kegiatan itu, semua pengurus selain diajak untuk seru-seruan, juga akan ada sesi sharing personal agar semua bisa lebih dekat.

Masih pengen menggali Proker Membumi lebih dalam? Langsung klik lah disini.

Pilih #2 untuk HMIK yang MEMBUMI!

Salam Membumi! :)

Pertanyaan dari @mien_mien dan @ayundapratama

Pertanyaan dari Michael Enrico dan Yunda via Twitter:

@ayundapratama RT @mien_mien: @UliForHMIK min mau nanya donk. Kita kan anak Kom nih. Gmn @aulianastiti mandang isu SOPA PIPA ahir2 ini? #seriusnanya

Jawaban Uli

Halo Mien dan Yunda!

Terima kasih ya buat pertanyaan kalian. Nggak heran lah, pertanyaannnya, Kadep dan Wakadep2 Akademik emang sangat perhatian dengan isu-isu yang related with Komunikasi. Hehehehe :D. Sebelumnya gue pernah nih diskusi singkat di Twitter dengan @_ashaninka soal SOPA/PIPA juga. Jadi mungkin boleh nyimak (kalo niat ngubek-ngubek TL gue hehehe).

Okay, dari awal sejak isu ini mulai heboh, I’m standing on the position against it. Sikap kontra gue lahir dengan melihat konteks dan background dari internet itu sendiri. Internet lahir sebagai media yang menunjang kemudahan manusia untuk memiliki kebebasan mengakses informasi.

Tidak hanya mengakses secara pasif, perkembangan internet selanjutnya yang sekarang dikenal dengan istilah Web 2.0 didasarkan pada asas interaktivitas dan saling berbagi. Sehingga memungkinkan pengguna untuk menjadi produsen informasi dan brbagi dengan pengguna lain (contoh situs media sosial, Wikipedia, Blog, YouTube, dll). That’s why internet pada dasarnya, internet menunjang lahirnya demokrasi, dan di dalamnya juga dijunjung tinggi demokratisasi informasi.

Kalau kita cermati, SOPA dan PIPA itu justru mengkhianati semangat demokrasi dan kebebasan arus informasi karena segala situs yang berisi konten yang ditengarai berisi karya orang lain dalam bentuk apapun dan disebarkan dengan tujuan apapun dapat ditutup secara sepihak. Bayangkan saja kalau SOPA dan PIPA dilegalkan, maka situs-situs yang selama ini menjadi layanan informasi publik akan ditutup, dan mesin pencari seperti Google tidak akan bisa menampilkan akses ke situs tersebut. Ini sama saja dengan mencederai kebutuhan publik akan akses informasi.

Terus gimana dengan pembajakan? Apa akan terus dibiarkan begitu saja?

Pada dasarnya, menurut saya pribadi, saya tidak bermasalah dengan penyebaran informasi hasil karya orang lain, selama itu mencantumkan sumber dan tidak digunakan untuk tujuan komersial (untuk dijual). Sebuah hasil karya cipta bisa jauh lebih dikenal pun karena terbantu oleh ‘pembajakan’ dan penyebarluasan oleh sesama pengguna internet itu sendiri. Jadi, to some extent, piracy actually does help to sell kok malahan, as long as it’s purely for sharing purpose.

Nah, kalau tujuan SOPA/PIPA itu memang untuk melindungi HAKI seseorang agar tidak dirugikan secara komersial, seharusnya yang dilindungi adalah bagaimana agar sebuah karya tidak dijual secara ilegal. Kalau karya itu disebarkan dengan tujuan berbagi dan disebutkan sumbernya, dalam banyak hal itu justru menguntungkan si pembuat. Lagipula mekanisme SOPA/PIPA itu tak mampu mencegah pembajakan lho. Mungkin Mien dan Yunda bisa baca ini sebagai referensi yang bagus :)

Jadi, adakah alternatif solusi yang bisa lbih mengakomodasi kepentingan publik maupun pemilik karya?

Yep. Hal terpnting dari sebuah kontroversi adalah bagaimana agar debat yang berlangsung bisa mnghasilkan sebuah solusi. Kalau SOPA/PIPA ditolak karna merugikan publik, apa solusi yang bisa ditawarkan sebagai alternatif?
Sebenarnya sudah ada beberapa mekanisme untuk mencegah terjadinya piracy, bukan dengan cara membatasi informasi, tapi dengan menjamin hak cipta seseorang walaupun karyanya disebarluaskan. Beberapa alterbatif solusi ini bahkan ditawarkan oleh kelompok publik itu sendiri, bukan aturan legal yang dipaksakan.

Pertama, mungkin Mien dan Yunda sudah akrab dengan istilah Creative Commons? Creative commons adalah mekanisme yang menjamin lisensi atas suatu karya sesuai dengan keinginan si pemilik karya tersebut. Ada beberapa pilihan lisensi yang bisa diajukan, yang dapat dilihat di sini.

Kedua, adalah solusi dari segi legal, ada alternatif draf regulasi yang lebih ramah terhadap pengguna internet namanya OPEN (Online Protection and Enforcement of Digital Trade) yang awalnya di propose oleh Google. OPEN ini memberikan mekanisme aturan yang tidak membatasi kebutuhan publik akan layanan informasi yang berasaskan content sharing. Untuk tau lebih jelas tentang OPEN, Mien dan Yunda mungkin bisa baca di sini dan di sini.

Kalo Mien dan Yunda perhatikan, dalam menjawab permasalahan ini pun, gue juga dapet referensi dari internet, mengutip dan memberikan link sumbr informasi tersebut. Lantas apakah ini disebut membajak? Atau gue mencuri hasil pemikiran mereka? IMHO, NO. It’s definitely not. Karena gue mengakses informasi tersebut untuk mendapatkan data dan menguatkan argumen dan pemikiran yang sebelumnya udah gue punya.

Dengan mencantumkan sumber dan referensi, kita justru mengapresiasi hasil karya mereka dan buat orang yang menerima informasi, ini justru mendukung untuk memperkaya sumber. Inilah tujuan penggunaan internet yang sebenarnya, untuk berbagi informasi dan memperkaya pengetahuan :)

Semoga jawaban gue cukup jelas dan tidak kalian anggap sebagai pencurian HAKI, ya ;) Hehehe. Sekian.

Salam Membumi! :)

kak Uli itu pinter, berani dan gokil… di kak Uli, semuanya ada :)

-

Sons, Komunikasi 2011.

image

dia selalu senyum dan menanggapi masalah dengan bijak

- Luthvian, Komunikasi 2011

pemimpin yang bakal bawa perubahan deh, yang gw liat dari kak uli dia itu punya tekad keras tapi dengan pembawaan yang santai

- Ekky, Komunikasi 2011

pinter gituu dan banyak ikut international student fest

-

Raya, Komunikasi 2011.

image

Smart and independent girl

-

Trina, Komunikasi 2011

image

HMIK MEMBUMI, powered by Tumblr, Beckett theme by Jonathan Beckett